Beginnings are usually scary and endings are usually sad, but it's everything that makes it all worth living -Hope Floats
11.11.10
quote
17.9.10
5.9.10
kutipan
Dalam melepas sesuatu, sadari betul bahwa hal tersebut memang sudah selesai perannya dalam hidup kita. tidak sia-sia, tapi tidak perlu diperpanjang lagi - gogirl! magazine
31.8.10
quote
Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be. Because you have only one life and one chance to do all the things you wanna do - unknown
batas
meletup-letup
seperti biasa, masih ada letupan-letupan
kadang kecil
kadang besar
kadang tak tertahankan
seringnya tak bisa kuungkapkan
karena batas
karena sekat yang kita buat sendiri
sadarkah kamu?
kadang aku mengungkapkannya dengan sembunyi-sembunyi
di balik deretan kalimat yang aku kirim kepadamu
aku suka sekali merasakan sensasinya
ketika aku menulisnya
lalu mengahapusnya
lalu menulis lagi dari awal
agar kamu mengerti apa yang sebenarnya ingin aku ungkap
agar kamu mudah memahaminya
dan aku sadar
kita berdua
sembunyi-sembunyi mengungkapkan cinta yang masih tersisa
sejak hari itu
saat batas itu tercipta
seperti biasa, masih ada letupan-letupan
kadang kecil
kadang besar
kadang tak tertahankan
seringnya tak bisa kuungkapkan
karena batas
karena sekat yang kita buat sendiri
sadarkah kamu?
kadang aku mengungkapkannya dengan sembunyi-sembunyi
di balik deretan kalimat yang aku kirim kepadamu
aku suka sekali merasakan sensasinya
ketika aku menulisnya
lalu mengahapusnya
lalu menulis lagi dari awal
agar kamu mengerti apa yang sebenarnya ingin aku ungkap
agar kamu mudah memahaminya
dan aku sadar
kita berdua
sembunyi-sembunyi mengungkapkan cinta yang masih tersisa
sejak hari itu
saat batas itu tercipta
27.8.10
kutipan
Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta - Padang Bulan, Andrea Hirata
21.8.10
detach
setelah kami berdua, jatuh cinta selama 17 bulan, akhirnya kami memang harus berpisah jalan.
memang berat. sangat berat awalnya, tapi gue pikir, enggak ada salahnya untuk mengakhiri hubungan kita ini.
kita berdua, toh sama-sama masih kecil. walaupun ya, gue sempet nanya "kenapa sih even good things still have to come to an end?"
jujur ya, awalnya gue takut. entah takut akan apa, yang jelas gue sangat takut.
apa karena, ini pacar pertama gue? dan ya, gue baru putus buat pertama kalinya.
gue enggak ngerti apa yang harus gue lakukan pada tahap selanjutnya, jadi gue sampai saat menulis inipun belum berenti nangis.
gue sangat bersyukur karena sampai hari ini, gue masih berteman baik sama dia.
masih seperti biasa, walaupun ya memang jadi seperti ada 'batas' yang enggak keliatan.
mungkin, karena gue belum terbiasa dengan kondisi seperti ini.
setelah putus, kita sempet ketemu lagi di Solaria.
kita ngomongin semuanya sampai tuntas.
pada akhirnya kami berdua memang enggak bisa kembali. dan, gue bisa menerimanya,
walaupun pada awalnya, agak berat.
dan di hari itu, adalah 'kenang-kenangan' yang sangat manis buat gue :')
lalu dia pulang,
dan gue pulang.
Yah, pada akhirnya, gue bisa berfikir lebih jernih dengan hati yang jauh lebih tenang.
seperti yang sebelumnya gue ungkapkan, mungkin gue hanya belum terbiasa.
Gue udah terlanjur nyaman, dan takut untuk keluar dari zona nyaman itu, padahal di luar zona nyaman, mungkin ada area yang lebih menjanjikan, cuma memang pintu keluarnya itu mungkin penuh duri yang bikin sangat sakit.
Lagipula, if nothing ever changed, there'd be no butterflies.
at the end, I just wanna say to you:
"thanks for being a BIG part of my life,
it was an amazing 17 months,
I remain as your friend"
memang berat. sangat berat awalnya, tapi gue pikir, enggak ada salahnya untuk mengakhiri hubungan kita ini.
kita berdua, toh sama-sama masih kecil. walaupun ya, gue sempet nanya "kenapa sih even good things still have to come to an end?"
jujur ya, awalnya gue takut. entah takut akan apa, yang jelas gue sangat takut.
apa karena, ini pacar pertama gue? dan ya, gue baru putus buat pertama kalinya.
gue enggak ngerti apa yang harus gue lakukan pada tahap selanjutnya, jadi gue sampai saat menulis inipun belum berenti nangis.
gue sangat bersyukur karena sampai hari ini, gue masih berteman baik sama dia.
masih seperti biasa, walaupun ya memang jadi seperti ada 'batas' yang enggak keliatan.
mungkin, karena gue belum terbiasa dengan kondisi seperti ini.
setelah putus, kita sempet ketemu lagi di Solaria.
kita ngomongin semuanya sampai tuntas.
pada akhirnya kami berdua memang enggak bisa kembali. dan, gue bisa menerimanya,
walaupun pada awalnya, agak berat.
dan di hari itu, adalah 'kenang-kenangan' yang sangat manis buat gue :')
lalu dia pulang,
dan gue pulang.
Yah, pada akhirnya, gue bisa berfikir lebih jernih dengan hati yang jauh lebih tenang.
seperti yang sebelumnya gue ungkapkan, mungkin gue hanya belum terbiasa.
Gue udah terlanjur nyaman, dan takut untuk keluar dari zona nyaman itu, padahal di luar zona nyaman, mungkin ada area yang lebih menjanjikan, cuma memang pintu keluarnya itu mungkin penuh duri yang bikin sangat sakit.
Lagipula, if nothing ever changed, there'd be no butterflies.
at the end, I just wanna say to you:
"thanks for being a BIG part of my life,
it was an amazing 17 months,
I remain as your friend"
29.7.10
near vs. far
setelah hampir sebulan jadi anak SMA, gue menyadari akan beberapa hal. termasuk hal-hal positif dan negatif rumah dekat (sekali) dengan sekolah.
sekarang gue berangkat ke sekolah rasanya nyantai banget. jam 7 kurang 10 gue baru buka pintu gerbang. dan sampe sekolah.... ya masi jam 7 kurang 10 juga haha.
sebelumnya, waktu SMP, gue berangkat jam 6! lewat 10 menit atau 15 menit aja, GAWAT. pamulang 1 itu macet banget kalau pagi! Gue pun merasa ada perubahan drastis dari semenjak lulus dari SMP, dan sekolah deket banget sama rumah. jadi, gue mau nulis....
NEGATIF:
sekarang gue berangkat ke sekolah rasanya nyantai banget. jam 7 kurang 10 gue baru buka pintu gerbang. dan sampe sekolah.... ya masi jam 7 kurang 10 juga haha.
sebelumnya, waktu SMP, gue berangkat jam 6! lewat 10 menit atau 15 menit aja, GAWAT. pamulang 1 itu macet banget kalau pagi! Gue pun merasa ada perubahan drastis dari semenjak lulus dari SMP, dan sekolah deket banget sama rumah. jadi, gue mau nulis....
Positif dan Negatif Sekolah Dekat Sekali Dengan Rumah
(tulisan kedap-kedip)
POSITIF:
- Berangkat? wow nyantai aja kali menn. kalau perlu gue baru berangkat jam 7 kurang 10 detik..
- capek? No way lah ya *songong*
- lebih hemat! enggak perlu ongkos
- pulang kesorean? enggak takut tuhh :p
- nyokap enggak ada alesan nitip sekalian beli ini-itu pulang sekolah heheuwuwhehe
- minum kurang? ada yang ketinggalan? tiba-tiba pengen ganti sepatu? Pulang aja kaliii
NEGATIF:
- Gila, gue jadi enggak tau perkembangan 'dunia' pamulang! dulu waktu sekolah di SMPN 1, tiap hari adaaaaa aja berita pas nyampe rumah. ada teroris lah, macem macem deh!
- pulang sekolah enggak bisa jalan-jalan sama temennn huhu :( enggak bisa mampir-mampir
- rumah jadi 'basecamp' dan kadang-kadang suka merepotkan
- lingkungan gue yaaaa, jadi cuma sekitar pamulang permai 2 JL. benda timur 11 aja....
sebenernya, gue kangen sekolah di Pamulang 1 huhu. tempatnya strategis. mau kemana aja, oke. mau apa aja, ada. tapi yaaa, ambil yang postifnya aja lah ya hehe.
dulu, kalau ada barang yang ketinggalan, terus minta dianterin gue diomelin. sekarang? NO PROBLEM, meennn.
hoho yasudah deh, sampai disini aja :) see ya at the next post readerssss
Subscribe to:
Posts (Atom)